Kisah Gregoria Mariska yang Beri Nilai 7,5 untuk Konsistensi Performanya pada 2023

Kisah Gregoria Mariska yang Beri Nilai 7,5 untuk Konsistensi Performanya pada 2023

Navigatetohomework – KISAH Gregoria Mariska Tunjung yang beri nilai 7,5 untuk konsistensi performanya pada 2023. Nilai ini diberikan karena pebulu tangkis tunggal putri andalan Indonesia itu karena merasa masih sering gugur di babak awal karena terganggu oleh masalah cedera yang menggangunya.

Ya, Gregoria sedang menjalani masa-masa terbaik dalam kariernya pada tahun ini. Dia berhasil merengkuh titel pertamanya di ajang BWF World Tour dalam gelaran Spain Masters 2023 pada awal April 2023.

Kemudian, belum lama ini, pemain berusia 24 tahun itu berhasil merengkuh gelar juara Kumamoto Japan Masters 2023. Gregoria pun mencatatkan sejarah menjadi pemain tunggal putri Indonesia pertama yang naik podium pertama di turnamen Super 500 atau lebih.

Klik disni : EPICTOTO

Ranking Gregoria pun turut terdongkrak hingga saat ini duduk di peringkat tujuh dunia. Bahkan, beberapa waktu lalu, dia sempat berada di urutan enam dunia.

Kendati demikian, performanya masih belum konsisten, meski bisa dibilang meningkat cukup jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari 18 turnamen yang diikutinya, Gregoria gugur tiga kali di babak 32 besar, enam kali di babak 16 besar, empat kali perempatfinal, tiga kali di semifinal, dan tiga kali menembus final dengan raihan dua gelar.

Gregoria pun menilai tingkat konsistensi permainannya dari 1 sampai 10 masih berada di angka 7,5. Dia sadar performanya belum stabil karena masih kerap kalah di babak 32 besar.

“Performa tahun ini kestabilannya… 7,5. Karena masih ada kalah di round satu,” kata Gregoria kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/11/2023).

Pemain kelahiran Wonogiri itu pun mengungkapkan dirinya kerap tumbang lebih awal karena mengalami masalah cedera lutut yang mulai dialaminya pada gelaran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2023 pada Agustus. Menurutnya, itu sangat mempengaruhi penampilannya.

“Tapi, kurang lebih sejauh ini memang kendalanya karena ada beberapa cedera. Jadi mungkin itu cukup ngaruh ke penampilanku,” jelas pemain kelahiran 11 Agustus 1999 itu.

“Apalagi, dengan seandainya persiapan di sini terhalang cedera, jadi persiapannya ada yang ketahan gitu kan, jadi pasti di turnamen enggak bisa maksimal,” tambahnya.

“Kalau yang kalah di awal karena enggak sakit itu waktu aku kalah sama Sindhu di Indonesia Open. Itu normal saja kalahnya. Cuma kalau akhir-akhir ini, semenjak yang lutut aku sakit kurang lebih karena kalahnya karena kondisinya kurang bagus saja gitu sih, tapi ya karena lawan pun siap juga,” pungkas Gregoria.