Fajar/Rian Akui Tak Mudah Rebut Tiket Olimpiade 2024

Fajar/Rian Akui Tak Mudah Rebut Tiket Olimpiade 2024

Jakarta – Ganda putra bulu tangkis Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jadi salah satu wakil Tanah Air dari cabor badminton yang mampu mengamankan tiket menuju Olimpiade 2024 di Paris.

Mereka kini menempati urutan 7 dalam tabel penghitungan poin race to Olympics, sehingga bisa tampil dalam turnamen olahraga multi event terakbar dunia.

Paris pun bakal menandai babak baru dalam karier bulu tangkis Fajar/Rian, setelah sebelumnya gagal mentas di Olimpiade 2020 Tokyo.

Ganda putra kelahiran 1995 dan 1996 itu kalah saing dari kompatriotnya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, meski sejatinya masih memenuhi syarat dari segi peringkat.

Adapun The Minions menempati posisi teratas dalam tabel kualifikasi Olimpiade Tokyo, disusul The Daddies yang bertengger di urutan dua. Sementara itu, Fajri cuma mampu menghuni peringkat 6, sehingga harus mengurungkan cita-cita bermain di panggung multi event terbesar 2020.

Keberhasilan mencapai panggung Olimpiade empat tahun berselang pun tak ayal menjadi momen kebanggaan buat Fajar/Rian. Pasangan juara All England 2024 mengakui tak mudah bagi mereka lolos ke Paris, lantaran sempat berkali-kali menuai hasil buruk dalam ajang yang tergolong sebagai kualifikasi Olimpiade.

Pengakuan Fajri soal Proses Rebut Tiket Olimpiade 2024

“Pasti jadi suatu kebanggaan (bisa tampil di Olimpiade Paris 2024). Walaupun di Tokyo kami masuk 8 besar, tetapi tidak bisa tampil,” ujar Muhammad Rian Ardianto alias Rian saat ditemui awak media selepas jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Selasa (2/4/2024) sore WIB.

“Di 2024 ini, kami berhasil masuk dan pastinya tidak mudah untuk bisa bermain di Olympic. Kami juga awalnya di kualifikasi Olimpiade banyak kalahnya. (Namun) Alhamdulillah, akhirnya bisa lolos di Olimpiade,” katanya lagi.

“Semoga setelah lolos ini, kami bisa mempersiapkan diri lebih baik. Harapannya di Olimpiade, (penampilan Fajar/Rian) bisa lebih maksimal lagi,” pungkas tandem Fajar Alfian itu.

Fajar/Rian Sempat Sulit Jaga Konsistensi

Fajar/Rian memang sempat berjuang menjaga konsistensi performa dalam setahun terakhir. Setelah menjadi pemegang ranking 1 dunia pada Desember 2022, penampilan Fajar/Rian justru merosot hingga tergusur dari takhta per 10 Oktober 2023.

Ganda putra bulu tangkis Indonesia sering tertahan di babak-babak awal turnamen yang mereka lakoni. Fajar/Rian cuma mampu mencapai final Korea Open 2023 pada Juli lalu, meski sempat tampil ganas dan keluar sebagai juara All England 2023 empat bulan sebelumnya.

Selengkapnya Di Tvtogel

“(Menuju Olimpiade 2024) banyak jatuh bangunya. Malah mungkin banyak jatuhnya karena kami benar-benar dalam satu tahun ini tidak pernah juara. Paling bagus (masuk) final di Korea Open (2023),” kisah Rian Ardianto.

“Ya pastinya tidak mudah, dan kami berjuang terus. Bukan berarti saat kami kalah itu kami tidak berjuang. Kami sudah berjuang, tetapi hasil belum berpihak pada kami. Kami coba terus, dan Alhamdulillah kemarin (di All England) bisa juara. Setelah itu, semoga ke depannya bisa lebih konsisten,” sambung partner Fajar di ganda putra.

Wakil Lain di Olimpiade 2024 Paris

Adapun selain Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Indonesia juga menempatkan setidaknya 5 wakil lain di Olimpiade Paris 2024 dari berbagai sektor.

Gregoria Mariska Tunjung jadi perwakilan tunggal putri, dengan dia saat ini menempati peringkat 8 dan bisa mengisi slot nomor 7 lantaran wakil China Han Yue kalah saing dari dua rekannya, Chen Yu Fei dan He Bing Jiao.

Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting kompak mewakili nomor tunggal putra menyusul keberhasilan mereka menduduki peringkat 4 dan 6 secara berturut-turut.