Bak Kota Mati! Ini Potret Perbatasan Thailand-Kamboja Pasca Perang

🏞️ Latar Sejarah: Akar Sengketa Perbatasan

Sengketa antara Thailand dan Kamboja bermula dari peta hasil traktat Prancis–Siam tahun 1904 dan 1907. Peta ini menentukan perbatasan pada garis punggungan gunung Dangrek, namun versi kartografi colonial yang berbeda menyulut perselisihan, termasuk wilayah di sekitar kompleks candi Preah Vihear.
Upaya penyelesaian lewat Joint Boundary Commission (JBC) dan Memorandum of Understanding 2000 (MoU43) masih berjalan, namun banyak klaim tersisa dan konflik berulang hingga menjelang 2025.


🔥 Eskalasi Terbaru: Konflik Terkini dan Dampaknya

Sejak 28 Mei 2025 terjadi bentrokan senjata ringan antara pasukan Thailand dan Kamboja di area berstatus undemarcated, tepatnya di Chong Bok, Provinsi Ubon Ratchathani. Seorang tentara Kamboja tewas, dan kedua pihak saling menuduh pelanggaran zona netral.
Sejak Juli 2025, konflik meningkat jadi konfrontasi bersenjata intens: tembakan artileri, roket, hingga serangan udara; menewaskan sedikitnya 32–35 orang dan memaksa lebih dari 200.000 orang mengungsi dari daerah perbatasan.

Kompleks candi seperti Preah Vihear dan Ta Moan Thom menjadi titik panas sengketa budaya dan geopolitik yang memperparah ketegangan baru-baru ini.


🌫️ Gambaran “Kota Mati” di Zona Perbatasan

Wilayah perbatasan, termasuk distrik seperti Phanom Dong Rak di Sisaket, sekarang menjadi area kosong total. Desa-desa dan kota kecil telah ditinggalkan penduduknya, kawasan yang dulu hidup kini sunyi tanpa aktivitas. Infrastruktur rusak berat, bangunan terbengkalai, dan jalanan kosong — menciptakan pemandangan urban yang sepenuhnya mati akibat konflik.

Para pengungsi memenuhi kamp-kamp darurat, pusat evakuasi, dan sekolah-sekolah yang disulap menjadi penampungan darurat di Sisaket (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja).


⚖️ Upaya Diplomasi & Resolusi

Pada 28 Juli 2025, perundingan gencatan senjata dimulai di Kuala Lumpur (Malaysia) di bawah mediasi PM Anwar Ibrahim (ASEAN), didukung pemerhati dari AS dan China. PM Kamboja Hun Manet mengusulkan gencatan segera, sementara PM Thailand kini Phumtham Wechayachai menilai niat Kamboja meragukan dan menekankan pelanggaran hukum internasional dan risiko terhadap warga sipil.

Klaim Kamboja pada ICJ masih diakui secara hukum oleh sebagian pihak, namun Thailand menolak resolusi melalui Pengadilan Internasional dan menuntut penyelesaian bilateral, sepanjang Kamboja menghentikan tindakan militer.


âś… Ringkasan Kondisi Saat Ini

Aspek Kondisi Terkini
Wilayah Perbatasan Banyak lokasi berubah menjadi kota mati—penduduk mengungsi, bangunan terlantar, jalan kosong.
Korban & Pengungsi Minimal 32–35 tewas; >200.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Sengketa Utama Preah Vihear, Ta Moan Thom, daerah tak bermarka di Dangrek.
Usaha Damai Pembicaraan internasional diselenggarakan; Thailand memilih jalur bilateral, Kamboja membawa klaim ke ICJ.
Risiko Eskalasi Meski ASEAN mendesak toleransi, potensi pertempuran lebih besar masih nyata.

📝 Kesimpulan

Jalan-jalan yang pernah ramai kini datar dan sunyi. Desa-desa yang dulu hidup kini kosong. Konflik ini bukan hanya tentang batas wilayah, tapi tentang identitas nasional, hak budaya, dan dampak terhadap masyarakat sipil. Untuk masyarakat lokal dan pengungsi, perbatasan Selatan Thailand dan Utara Kamboja saat ini layaknya kota mati — sunyi, kesedihan menyelimuti, dan ketidakpastian di masa depan.

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia U-23 Tampil Garang Hadapi Vietnam: Mereka Keras, Kita Balas Keras!